Senin, 16 April 2012

10 Video Game Berbahaya bagi Anak-anak (Bagian 2)


6. Dead Rising 2
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Pertarungan melawan zombie yang tidak dianjurkan bagi pemula atau anak-anak di bawah umur. Gergaji mesin yang dipakai untuk menghalau jasad-jasad yang berkeliaran di Vegas, ditambah dengan pemandangan wanita dan iklan Playboy yang vulgar. Belum lagi kebiasaan minum minuman keras si pahlawan guna mengembalikan staminanya.

7. Halo: Reach
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360

Lagi-lagi kekerasan. Franchise eksklusif yang dimainkan untuk Xbox ini merupakan pertarungan melawan alien. Pemain dituntut untuk memilih senjata favoritnya dan memakainya guna membunuh musuh yang menghadang. Kekerasan yang ada di game ini masih ditambah dengan kata-kata kasar di dalamnya.

8. Naughty Bear
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3

Jangan terkecoh dengan nama dan ratingnya yang sebenarnya untuk Teen (remaja). Game ini menyuguhkan pembunuhan yang tak kalah kejinya. Naughty Bear adalah salah satu game terkejam di mana tokohnya menghabiskan waktu dengan membunuh teman-temannya dengan stik golf, menghantamkan kepala mereka di pintu mobil hingga menakut-nakuti mereka sampai mereka bunuh diri. Darah? Tentu saja ada di mana-mana.

9. Mafia II
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Terilhami dari film kriminal, Mafia II mengambarkan kehidupan gangster yang sangat kelam: keterlibatan mereka dengan obat-obatan serta alkohol ditambah dengan perlakuan buruk mereka terhadap wanita.

10. Kane and Lynch 2: Dog Days
Untuk usia: 18+
ESRB Rating: Mature (Dewasa)
Platform: Xbox 360, PlayStation 3, Windows PC

Mengetengahkan 2 pemain yang tanpa moral, game ini lekat dengan kekerasan sehingga menjadikan 2 karakternya cukup melegenda. Lynch ialah sosok psikopat sedang Kane ialah kriminal kelas kakap yang suka melanggar hukum. Kekekrasan mereka lakukan terhdap warga sipi hingga petugas polisi. Grafik yang memukau di sini hanya untuk menonjolkan intensitas pertumpahan darah yang terjadi.

Sumber: Parenting

7 Hal Wajib Sebelum Belikan Anak iPhone dan iPod

iPhone dan iPod Touch tak hanya menjadi barang idaman orang dewasa. Anak-anakpun kini banyak yang menginginkan piranti tersebut sebagai kado buat mereka. Namun yang perlu diingat, sebelum Anda membungkus piranti tersebut dengan kertas kado dan memberikannya pada anak-anak, pastikan Anda melakukan hal-hal di bawah ini demi keamanan si buah hati.

1. Buatkan akun iTunes untuk Mereka
Baik iPod Touch maupun iPhone, keduanya mensyaratkan pembuatan akun iTunes untuk memungkinkan penggunanya mendownload musik, film, aplikasi dan konten lainnya dari iTunes Store. Sejumlah orang tua menginginkan anak-anaknya memiliki akun sendiri agar tagihan pembelian tidak mampir di akun Anda. Nah jika anak Anda memiliki komputer pribadi, buatkanlah akun iTunes untuknya di komputer tersebut. Akan tetapi jika komputer yang dipakai adalah komputer bersama, pastikan setiap orang logout dari akun iTunesnya masing-masing setelah selesai.

2. Aktifkan Passcode
Dengan passcode, piranti iPhone atau iPod Touch anak-anak akan terlindungi. Apalagi jika misalnya nanti kecurian, pelaku tak akan bisa mengakses informasi yang ada di dalamnya. Passcode ialah kode keamanan yang harus dimasukkan setiap kali pemakai ingin menggunakan pirantinya. Usahakan Anda memakai passcode yang mudah diingat anak-anak.

3. Instal Aplikasi
Sebelum menginstal aplikasi untuk anak-anak, pastikan kontennya aman dan bermanfaat. Mengingat di dalam App Store terdapat banyak sekali aplikasi, Anda harus pintar memilah-milah aplikasi mana yang tepat dipakai untuk anak-anak.

4. Gunakan Content Restrictions
Gunakan Content Restriction untuk mencegah anak mengakses konten-konten dewasa hingga memakai video chat. Tools yang dibangun Apple di dalam operasi sistemnya ini memang memungkinkan orang tua untuk mengontrol konten dan aplikasi apa saja yang diakses anak-anak.

5. Aktifkan iTunes Allowance
Anda tak ingin kan anak-anak asyik berbelanja di iTunes dengan bebasnya? Bisa-bisa dompet Anda yang jebol. Oleh karena itu, gunakan iTunes Allowance di mana ia akan mengontrol pemakaian dana yang dipakai anak-anak untuk membeli musik dan sebagainya.

6. Belikan Pelindung
Untuk melindungi piranti dari kecerobohan anak-anak, seperti tak sengaja terjatuh, maka pilih pelindung yang aman untuk badan iPhone atau iPod Touch Anda. Sedang untuk melindungi layar dari gesekan, pasanglah screen protector (pelindung layar) agar piranti tetap dalam kondisi mulus.

7. Pelajari Tentang Gangguan Pendengaran
Pelajari mengenai penggunaan iPod yang aman agar anak-anak terhindar dari gangguan pendengaran. Ajak mereka ngobrol mengenai bahaya yang bisa dialami telinga mereka, misalnya jika menyetel volume terlalu keras.

Sumber: iPod.about.com

Anak Makin Melek Internet? Berikut Panduan Wajib Dicatat!

Penggunaan internet oleh anak-anak patut mendapat bimbingan dari para orang tua untuk melindungi mereka dari konten-konten yang tidak selayaknya diakses. Bimbingan ini pun sebaiknya juga disesuaikan dengan usia mereka karena harus disadari bahwa makin bertambahnya usia, anak-anak makin melek internet. Berikut disajikan panduan yang dikeluarkan oleh The American Academy of Pediatricians (AAP) dan Microsoft untuk memudahkan orang tua mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak berdasarkan umur. Akan tetapi yang sebaiknya diingat ialah, panduan ini tidaklah harga mati di mana Anda bisa menyesuaikannya dengan kondisi anak Anda sendiri.

Kurang dari 10 Tahun

Lakukan pengawasan pada anak sampai mereka berusia 10 tahun. Meski Anda bisa memakai bantuan tools keamanan di internet untuk mengakses kegiatan online mereka dan terlibat dalam pemakaian internet anak-anak, namun akan lebih baik bila Anda duduk bersama mereka ketika berada di depan monitor. Berikut sejumlah tips yang bisa Anda terapkan pada buah hati yang berusia antara 2-10 tahun:
1. Ngobrol santai soal komputer pada anak-anak dan selalu siap serta terbuka pada setiap pertanyaan yang mereka ajukan, adalah langkah awal yang baik. Penuhi rasa penasaran mereka dengan diskusi sehat dan positif.
2. Ciptakan aturan pemakain internet.
3. Katakan pada mereka untuk tidak membagi informasi pribadi seperti nama asli, alamat, nomer telepon, atau password dengan orang yang mereka temui di online.
4. Jika ada situs yang menghimbau mereka agar menyetorkan nama, maka bantu anak-anak untuk menciptakan nama alias.
5. Semua anggota keluarga harus bisa menjadi panutan yang baik anak-anak yang masih baru di jagad maya.

Usia 11-14 tahun

Anak-anak yang memasuki usia ini sudah lebih mengerti internet. Namun, pengawasan dan pemonitoran harus tetap dilakukan untuk memastikan mereka tidak mengakses konten dewasa. Pastikan mereka juga benar-benar mengerti akan apa yang boleh dishare di internet dan apa yang tidak. Berikut sejumlah tips untuk Anda yang memiliki anak usia 11-14 tahun selain tips yang telah disebutkan sebelumnya:

1. Dorong anak Anda untuk bercerita jika mereka menjumpai sesuatu atau seseorang yang membuat mereka tidak nyaman atau terancam saat berada di dunia online. Tetap tenang dan puji keberanian mereka dalam mengatakan hal tersebut pada Anda. Katakan pada mereka bahwa Anda bisa diandalkan apabila terjadi sesuatu yang sama lagi.
2. Tempatkan komputer yang terkoneksi dengan internet di area terbuka untuk memudahkan pengawasan Anda.

Usia 15-18 tahun

Dalam golongan usia ini remaja hampir memiliki akses tak terbatas di internet. Mereka lebih melek tentang internet tapi tetap membutuhkan peran orang tua untuk mengingatkan mereka tentang batasan-batasan keamanan di dunia online. Berikut sejumlah tips yang sekiranya bisa dilakukan guna melindungi mereka dari bahaya internet:
1. Tetap jaga komunikasi yang terbuka dan positif pada mereka. Jangan berhenti berdiskusi mengenai teman-teman dan kegiatan online mereka.
2. Bikin aturan mengenai penggunaan internet, termasuk pembatasan jam berinternet ria, informasi yang tidak seharusnya diumbar di online, serta panduan tentang berkomunikasi dengan teman-teman online di situs jejaring.
2. Kenali situs yang sering mereka kunjungi dan siapa-siapa yang mereka ajak bicara.
3. Katakan pada mereka untuk tidak bertemu dengan orang yang mereka kenal via internet.
4. Ajarkan pada anak-anak supaya tidak mengunduh program, musik atau file lain tanpa seijin Anda.
5. Angkat topik mengenai konten dewasa serta pornografi saat sedang ngobrol dengan mereka, kemudian arahkan mereka untuk mengunjungi situs-situs kesehatan dan seksualitas.
6. Bantu mereka terhindar dari spam. Anjurkan mereka agar tidak memberikan alamat email dan merespon junk email.
7. Ajari mereka mengenai tanggung jawab, etika dan perilaku online. Tak seharusnya mereka memakai internet guna menyebarkan gosip, melakukan aksi bullying atau mengancam orang lain.
8. Jangan sampai mereka melakukan transaksi online tanpa seijin Anda, termasuk memesan, membeli atau menjual barang di online.

Sumber: Microsoft

Selasa, 20 Maret 2012

Jakarta Islamic School PKP

PKP Jakarta Islamic School

Pada era 1960-an, pendidikan agama masih terpinggirkan dan terkesan kurang tertata dengan rapi. Pada era itulah, Pondok Karya Pembangunan (PKP) lahir untuk menjawab tantangan zaman.

Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-5 tahun 1972 di Jakarta berlangsung sukses. Dari kegiatan inilah kemudian muncul gagasan monumental untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan dan keterampilan yang bernafaskan Islam dengan nama “Pondok Karya Pembangunan” (PKP).

Gagasan pendirian PKP di DKI Jakarta tidak terlepas dari peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, yaitu Letjen TNI (Purn) H. Soedirman, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Muh. Sukmadi, Drs. H. Kafrawi Ridwan, MA, dan Drs. H. AM. Fatwa.

Di tambah lagi, adanya dukungan penuh Gubernur DKI Jakarta ketika itu, H. Ali Sadikin, yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur KDKI Jakarta N. D. III.b.14/23/1973 Tanggal 18 April 1973, tentang Pengukuhan Pembentukan Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta sebagai sarana pendidikan dalam ruang lingkup Madrasah dan Pesantren.

Dukungan tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi obyektif penyelenggaraan Madrasah (sekolah Islam) di DKI Jakarta pada periode tahun 1960-an yang memprihatinkan—baik dari segi fisik bangunan gedung, sarana prasarana belajar siswa, kualitas guru maupun materi pengajarannya.

Bentuk keprihatinan Gubernur DKI Jakarta tersebut diwujudkan dengan “Program Dinamisasi Madrasah”. Bahkan, ia memprakarsai member prioritas dengan pola Rehabilitasi Tiga Tahun DKI Jakarta.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat dan mutu pendidikan madrasah supaya setara dengan pendidikan umum. Dinamisasi Madrasah dan pendirian PKP merupakan kegiatan saling menunjang dalam mewujudkan pendidikan dan keterampilan yang bernafaskan Islam.

Program Dinamisasi Madrasah akhirnya dijadikan model di PKP DKI Jakarta pada saat itu, dengan berdirinya Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tiga tahun setelah berdirinya PKP, yaitu tanggal 8 April 1976, Gubernur KDKI Jakarta H. Ali Sadikin meresmikan Kampus PKP di atas areal lahan ± 18 hektar, di Kelurahan Kelapa Dua Wetan Ciracas, Jakarta Timur. Kemudian, tanggal 8 April ditetapkan sebagai Hari Lahir Kampus PKP DKI Jakarta.

Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta merupakan Proyek Monumental MTQ Nasional ke-5 Tahun 1972, yang disponsori bersama direktorat Jenderal Bimas Islam Departemen Agama, Pusat Dakwah Islam, Koordinator Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta, Yayasan Pendidikan Tinggi Dakwah Islam (PTDI) dan Panitia Nasional penyelenggara MTQ Nasional  ke-5 Tahun 1972 dan didukung penuh oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta waktu itu, Bapak H. Ali Sadikin.

Selanjutnya, PKP sebagai penyelenggara pendidikan, berubah status menjadi badan hukum (yayasan) berdasarkan Akte Notaris R. Soerojo Wongsowidjojo Nomor 30 Tanggal 22 Juni 1977. Bertepatan dengan hari jadi Kota Jakarta ke-449, kepengurusan Yayasan ditetapkan dan dikukuhkan dengan keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta selaku Pembina.

Sesuai saran Gubernur Provinsi DKI Jakarta, saat menerima paparan Ketua Umum Yayasan PKP tanggal 31 Agustus 2007 di ruang Rapim Utama DKI Jakarta, kampus Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta berubah nama menjadi  “Kampus PKP Jakarta Islamic School”.

Perkembangan selanjutnya, PKP tidak hanya mengelola Madrasah, tetapi juga mulai mendirikan dan mengelola sekolah umum. Sebagai upaya mengembangkan PKP sebagai Lembaga Pendidikan Islam bermutu dan prestisius di DKI Jakarta, pada tanggal 15 Juni 2005 Gubernur DKI Jakarta H. Sutiyoso mencanangkan Pembangunan dan Penataan Kembali Kampus PKP.

Pada saat ini, PKP telah memiliki dan menyelenggarakan 8 (delapan) unit pendidikan yakni: TK Islam, SD Islam/MI, SMP Islam/MTs, SMA, SMK 1 (SMEA), SMK 2 (STM), PGTK Islam, dan STIKes dengan jumlah siswa dan mahasiswa sebanyak 2.200 orang.

Kampus PKP juga sering berpartisipasi dalam berbagai lomba atau olimpiade. Pada pertengahan Desember 2010 lalu, PKP Jakarta Islamic School mengikuti Lomba robotic the 12th International Olympiade Gold Coast Queensland Australia 2010. Tim Robotik PKP yang terdiri 17 siswa dari MTs dan SMA ini, berhasil meraih “Technical Award” untuk kategori robotik kreatif dengan menampilkan robot Tarian Michael Jackson.

Selain kampusnya yang luas serta fasilitasnya yang bagus, kampus PKP juga memiliki berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang tentunya akan menarik perhatian siswa yang belajar di sana. Seperti Drum band, panjat tebing (wall climbing), sanggar seni, taekwondo, PMR, Rohis, dan beberapa eskul di bidang olahraga seperti bola basket, bulu tangkis, dan bola voli.

 

HUT ke-35

Pada tanggal 8 April 2011, PKP merayakan hari jadinya yang ke-35. Sederetan acara pun  diselenggarakan. Diawali sejak 15 Maret lalu, dengan kegiatan lomba unit sehat, Bakti Sosial, Pentas Seni, Donor Darah, serta apel HUT PKP ke-35 pada tanggal 8 April lalu.

Sebagai acara puncak, pada tanggal 14 April 2011, PKP menyelenggarakan Tabligh Akbar bersama Ustad Syahrul Syah, dengan tema meneladani Rasulullah SAW untuk melahirkan peserta didik yang beriman, berilmu dan beramal, serta berakhlakul Karimah.

Pada acara yang dihadiri oleh seluruh siswa PKP itu, Ustad Syahrul Syah berpesan kepada para siswa agar terus belajar dan jangan lupa untuk selalu berbuat baik kepada kedua orangtua. Beberapa kali juga diselingi dengan candaan lucu khas Ustad Syahrul Syah. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang berencana hadir mendadak membatalkan, karena ada kegiatan lain.

Menurut dewan pembina yayasan PKP, KH. Kafrawi Ridwan, MA, PKP akan membangun beberapa asrama untuk para pelajar, sebagai awal kembali pada format pesantren. Ke depan, PKP harus bisa menjadi lembaga yang unggul di segala bidang, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Dengan harapan, PKP bisa berkembang menjadi Universitas yang representatif bagi umat Islam dan menjadi pilar kebangkitan umat.

Jakarta Islamic School PKP

PKP Jakarta Islamic School

Pada era 1960-an, pendidikan agama masih terpinggirkan dan terkesan kurang tertata dengan rapi. Pada era itulah, Pondok Karya Pembangunan (PKP) lahir untuk menjawab tantangan zaman.

Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-5 tahun 1972 di Jakarta berlangsung sukses. Dari kegiatan inilah kemudian muncul gagasan monumental untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan dan keterampilan yang bernafaskan Islam dengan nama “Pondok Karya Pembangunan” (PKP).

Gagasan pendirian PKP di DKI Jakarta tidak terlepas dari peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, yaitu Letjen TNI (Purn) H. Soedirman, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Muh. Sukmadi, Drs. H. Kafrawi Ridwan, MA, dan Drs. H. AM. Fatwa.

Di tambah lagi, adanya dukungan penuh Gubernur DKI Jakarta ketika itu, H. Ali Sadikin, yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur KDKI Jakarta N. D. III.b.14/23/1973 Tanggal 18 April 1973, tentang Pengukuhan Pembentukan Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta sebagai sarana pendidikan dalam ruang lingkup Madrasah dan Pesantren.

Dukungan tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi obyektif penyelenggaraan Madrasah (sekolah Islam) di DKI Jakarta pada periode tahun 1960-an yang memprihatinkan—baik dari segi fisik bangunan gedung, sarana prasarana belajar siswa, kualitas guru maupun materi pengajarannya.

Bentuk keprihatinan Gubernur DKI Jakarta tersebut diwujudkan dengan “Program Dinamisasi Madrasah”. Bahkan, ia memprakarsai member prioritas dengan pola Rehabilitasi Tiga Tahun DKI Jakarta.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat dan mutu pendidikan madrasah supaya setara dengan pendidikan umum. Dinamisasi Madrasah dan pendirian PKP merupakan kegiatan saling menunjang dalam mewujudkan pendidikan dan keterampilan yang bernafaskan Islam.

Program Dinamisasi Madrasah akhirnya dijadikan model di PKP DKI Jakarta pada saat itu, dengan berdirinya Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tiga tahun setelah berdirinya PKP, yaitu tanggal 8 April 1976, Gubernur KDKI Jakarta H. Ali Sadikin meresmikan Kampus PKP di atas areal lahan ± 18 hektar, di Kelurahan Kelapa Dua Wetan Ciracas, Jakarta Timur. Kemudian, tanggal 8 April ditetapkan sebagai Hari Lahir Kampus PKP DKI Jakarta.

Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta merupakan Proyek Monumental MTQ Nasional ke-5 Tahun 1972, yang disponsori bersama direktorat Jenderal Bimas Islam Departemen Agama, Pusat Dakwah Islam, Koordinator Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta, Yayasan Pendidikan Tinggi Dakwah Islam (PTDI) dan Panitia Nasional penyelenggara MTQ Nasional  ke-5 Tahun 1972 dan didukung penuh oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta waktu itu, Bapak H. Ali Sadikin.

Selanjutnya, PKP sebagai penyelenggara pendidikan, berubah status menjadi badan hukum (yayasan) berdasarkan Akte Notaris R. Soerojo Wongsowidjojo Nomor 30 Tanggal 22 Juni 1977. Bertepatan dengan hari jadi Kota Jakarta ke-449, kepengurusan Yayasan ditetapkan dan dikukuhkan dengan keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta selaku Pembina.

Sesuai saran Gubernur Provinsi DKI Jakarta, saat menerima paparan Ketua Umum Yayasan PKP tanggal 31 Agustus 2007 di ruang Rapim Utama DKI Jakarta, kampus Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta berubah nama menjadi  “Kampus PKP Jakarta Islamic School”.

Perkembangan selanjutnya, PKP tidak hanya mengelola Madrasah, tetapi juga mulai mendirikan dan mengelola sekolah umum. Sebagai upaya mengembangkan PKP sebagai Lembaga Pendidikan Islam bermutu dan prestisius di DKI Jakarta, pada tanggal 15 Juni 2005 Gubernur DKI Jakarta H. Sutiyoso mencanangkan Pembangunan dan Penataan Kembali Kampus PKP.

Pada saat ini, PKP telah memiliki dan menyelenggarakan 8 (delapan) unit pendidikan yakni: TK Islam, SD Islam/MI, SMP Islam/MTs, SMA, SMK 1 (SMEA), SMK 2 (STM), PGTK Islam, dan STIKes dengan jumlah siswa dan mahasiswa sebanyak 2.200 orang.

Kampus PKP juga sering berpartisipasi dalam berbagai lomba atau olimpiade. Pada pertengahan Desember 2010 lalu, PKP Jakarta Islamic School mengikuti Lomba robotic the 12th International Olympiade Gold Coast Queensland Australia 2010. Tim Robotik PKP yang terdiri 17 siswa dari MTs dan SMA ini, berhasil meraih “Technical Award” untuk kategori robotik kreatif dengan menampilkan robot Tarian Michael Jackson.

Selain kampusnya yang luas serta fasilitasnya yang bagus, kampus PKP juga memiliki berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang tentunya akan menarik perhatian siswa yang belajar di sana. Seperti Drum band, panjat tebing (wall climbing), sanggar seni, taekwondo, PMR, Rohis, dan beberapa eskul di bidang olahraga seperti bola basket, bulu tangkis, dan bola voli.

 

HUT ke-35

Pada tanggal 8 April 2011, PKP merayakan hari jadinya yang ke-35. Sederetan acara pun  diselenggarakan. Diawali sejak 15 Maret lalu, dengan kegiatan lomba unit sehat, Bakti Sosial, Pentas Seni, Donor Darah, serta apel HUT PKP ke-35 pada tanggal 8 April lalu.

Sebagai acara puncak, pada tanggal 14 April 2011, PKP menyelenggarakan Tabligh Akbar bersama Ustad Syahrul Syah, dengan tema meneladani Rasulullah SAW untuk melahirkan peserta didik yang beriman, berilmu dan beramal, serta berakhlakul Karimah.

Pada acara yang dihadiri oleh seluruh siswa PKP itu, Ustad Syahrul Syah berpesan kepada para siswa agar terus belajar dan jangan lupa untuk selalu berbuat baik kepada kedua orangtua. Beberapa kali juga diselingi dengan candaan lucu khas Ustad Syahrul Syah. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang berencana hadir mendadak membatalkan, karena ada kegiatan lain.

Menurut dewan pembina yayasan PKP, KH. Kafrawi Ridwan, MA, PKP akan membangun beberapa asrama untuk para pelajar, sebagai awal kembali pada format pesantren. Ke depan, PKP harus bisa menjadi lembaga yang unggul di segala bidang, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Dengan harapan, PKP bisa berkembang menjadi Universitas yang representatif bagi umat Islam dan menjadi pilar kebangkitan umat.

pengambilan gambar robotik mts pkp untuk media masa


alhamdulillah robotik mts dari waktu ke waktu mulai dikenal masyarakat, acara shooting atau pengambilan gambar untuk acara televisi terus dilaksanakan, diantaranya :
1. wisata sekolah sma, tvri
2. laptop si unyil, trans7
3. robocon, tvri
4. spacetoon
5. sun tv
6. robotika indonesia, kemkominfo
7. kemnas, kemanag
8. inovator, metrotv
9. inaicta, metrotv
10. e-lifestyle, metrotv
11. beranda, jaktv (siaran langsung)
12. inbox, sctv (siaran langsung)
13. wisata sekolah mts, tvri

Profil PKP Jakarta Islamic School

Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta kampus pendidikan bernuansa Islami untuk menyiapkan generasi muda yang berakhlak moral Islam, berbudaya Indonesia, berwawasan global, terampil dan professional.

Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta merupakan Proyek Monumental MTQ Nasional ke v Tahun 1972 yang disponsori bersama direktorat Jenderal Bimas Islam Departemen Agama, Pusat Dakwah Islam, Koordinator Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta, Yayasan Pendidikan Tinggi Dakwah Islam (PTDI) dan Panitia Nasional penyelenggara MTQ Nasional ke V Tahun 1972 dan didukung penuh oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta waktu itu, Bapak H. Ali Sadikin.

Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta berdiri diatas lahan aset Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dengan lahan + 18 Ha, berlokasi di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur Kampus PKP diresmikan penggunaannya oleh Gubernur KDKI Jakarta pada tanggal 8 April 1976 dengan berbagai sarana dan prasarana kebutuhan pendidikan, latihan dan keterampilan.

Selanjutnya PKP sebagai penyelenggara pendidikan, berubah status menjadi badan hukum (yayasan) berdasarkan Akte Notaris R. Soerojo Wongsowidjojo Nomor 30 Tanggal 22 Juni 1977 bertepatan dengan hari jadi Kota Jakarta ke 449. Kepengurusan Yayasan ditetapkan dan dikukuhkan dengan keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta selaku Pembina. Sesuai saran Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada saat menerima paparan Ketua Umum Yayasan PKP tanggal 31 Agustus 2007 di ruang Rapim Utama DKI Jakarta, kampus Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta berubah nama menjadi Kampus Jakarta Islamic School.

ARTI LAMBANG
YAYASAN PONDOK KARYA PEMBANGUNAN
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Bentuk garis-garis melengkung

merupakan stilasi dari kubah masjid yang melambangkan secara harfiah tempat ibadah umat Islam

Letak dan huruf PKP DKI JAKARTA

menegaskan tentang lembaga penyelenggara

yang bernafaskan Islami

Warna logo bebas

dipilih/disesuaikan dengan kondisi tempat/alas/kebutuhan agar keberadaannya selalu menampakkan dan mencerminkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan sekitar dan hubungan antarsesama

Pertimbangan filosofis, menampilkan gaya masa depan dengan bidang-bidang simetrik dalam kesederhanaan (minimalis)

VISI Dan MISI
YAYASAN PONDOK KARYA PEMBANGUNAN
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

VISI

Menjadi lembaga pendidikan yang bernafaskan Islam, berpandangan maju, berwawasan global serta tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa.

MISI

  1. Mempelopori penyelenggaraan pendidikan pelatihan dan keterampilan secara terpadu dari tingkat Prasekolah hingga Perguruan Tinggi.
  2. Menciptakan suasana pendidikan yang bernuansa Islam, berbudaya Indonesia serta lingkungan yang asri.

TUJUAN

Mempersiapkan generasi bangsa yang berakhlak Islam, berbudaya Indonesia, berwawasan global, terampil dan professional dalam memasuki kehidupan bermasyarakat dan bernegara.