Kamis, 20 September 2012
blog 2012-2013
www.yamate-c.blogspot.com Aditya.A
www.rendychelv.blogspot.com Rendy Kelvinanda
www.muhammadnashsyah.blogspot.com Muhammad Nashsyah
www.bagasgamers.blogspot.com Mochammad Bagas A
www.vanrs-gado-gado.blogspot.com Evan Reyhan S.
www.rizaarinuraffa.blogspot.com Riza Arinuraffa
www.vitonugroho15.blgospot.com Vito Sachio Nugroho
www.bayuregsa12.blogspot.com Regsa Bayu
www.riifky.blogspot.com Rifky Ramadhany
www.shufflerindo.blogspot.com Sultan Nahyan Pramandha
www.rifkyreynaldi.blogspot.com Rifky Ahamd reynaldi
www.profileedra.blogspot.com Edra Suryoseno
www.egifcb.blogspot.com Egi maulana
Minggu, 29 Juli 2012
Pengertian Online pada Uji Kompetensi Guru (UKG) Online 2012
Hari ini, 30 Juli 2012, di seluruh Indonesia dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) Online secara serempak. Terlepas dari simpang siur pro dan kontra, khususnya kekhawatiran mengenai akan dicabutnya tunjangan sertifikasi guru bagi guru-guru yang gagal pada ujian sertifikasi, sampai tuntutan organisasi guru yang menganggap bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak memiliki dasar hukum serta sekedar menghabiskan biaya, maka ada satu hal yang juga menjadi sorotan adalah pengertian online pada UKG Online ini.
Banyak tulisan dan tanggapan yang juga saya lihat berserakan dimana-mana melalui jejaring sosial yang menyebutkan “bagaimana mungkin bisa ujian online kalau internetnya jelek?” Trus ada lagi “wah, kami belum beli modem untuk ikut ujian online di sekolah,” juga ada tulisan “telepon saja masih sulit, untuk apa buat ujian online?”dll dll
Untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran tersebut, berikut ini tulisan dari pengembang aplikasi UKG Online 2012 yang juga adik kandung saya, Khaidir Mustafa.
Silakan dibaca tulisannya
====
Sedikit catatan teknis UKG Online…
Beberapa hari ini disela2 waktu senggang kadang nyempatin diri bwt googling tentang UKG Online. Hasilnya seh ndak jauh2 amat dari prediksi: penuh dengan pro-kontra (dominan kontranya sehhh, biasa :D). Berita yang simpang-siur berasal dari sumber2 yang tidak jelas, rame bgt di google. Mulai dari UKG yang konon katanya kalo ndak lulus tunjangannya bakal diputus, sampe yang rada “lucu” di telinga (mata??) saya dimana ada bbrp daerah yang meminta para guru untuk menyediakan modem sendiri biar bisa “online” ujiannya. Setelah mbaca kesana-kemari, jadi tergerak jg hati (halah :p) ini bwt nyoret2 dikit tentang (teknis) UKG ini. Sebelumnya maap kalo tulisannya amburadul, soalnya ini tulisan saya yang rada panjang yang pertama kalinya sejak jaman kuliahan doeloe :D
Ketika berbicara tentang online, umumnya orang akan mengacu kepada model koneksi langsung antara komputer yang bersangkutan dengan internet. Well, ndak salah2 amad seh, tapi ndak sempit2 gitu juga memaknai kata “online”. UKG Online didesain dengan menggunakan prinsip Distributed Computing / Distributed System, suatu mekanisme yang cukup jarang digunakan dalam sistem ujian. Satu2nya sistem ujian yang saya tahu (ngira2, lebih tepatnya) menggunakan mekanisme yang serupa dengan UKG Online adalah Pearson VUE (jadi keliatan benar miskin wawasannya hehe :D), yah dua seh sebenarnya dgn ujian KKPI yang pernah kami kembangkan tahun 2008 lalu.
Prinsip utama dari Distributed System sebenarnya adalah pendelegasian/pembagian tugas yang jika pada sistem terpusat (Centralized System), seluruh tugas inti dilaksanakan oleh sistem utama, maka pada Distributed System tugas2 tersebut dibebankan kepada sub system yang terdapat dibawah sistem utama dalam hirarki teknis. Analogi keduanya dapat dipahami dengan mudah dengan membayangkan Centralized System sebagai seorang Gatotkaca (cinta tanah air, ndak make Superman bwt analogi ini…) yang bekerja sebagai pemilik sekaligus pelayan warung. Di warung tersebut Gatotkaca harus melayani sendiri semua pembeli yang datang mulai dari mencatat pesanan, nyiapin makanan/minuman, sampe cuci piring harus dy lakukan sendiri. Karena tugasnya banyak, maka si Gatotkaca dituntut untuk memiliki kompetensi yang mutakhir dan mumpuni (halah, bahasa luwww :p), jika tidak maka siap2 saja ada pelanggan yang ngomel krn pesanan sudah dicatat sejak sahur tapi sampe maw buka puasa pesanannya blom datang2 juga karena Gatotkaca sibuk mengerjakan tugas2 lainnya. Nah, berbeda dengan Centralized System, Distributed System dapat dianalogikan seperti halnya seorang pemilik restoran (dah kehabisan stok tokoh yang bisa dimiripkan analoginya -.-”) Pemilik restoran tidak perlu memiliki kemampuan seorang Gatotkaca untuk menjalankan usaha kulinernya. Dia tidak perlu mencatat sendiri pesanan pelanggan, ataupun menyiapkan sendiri pesanan pelanggan karena tugas2 tersebut sudah dibebankan kepada karyawan2 restoran yang ada, sehingga otomatis walaupun pemilik dan karyawan2 restorannya tidak se-sakti Gatotkaca, usaha restoran tetap dapat dijalankan dengan baik.
Pada Centralized System, server pusat bekerja langsung melayani client2 yang terhubung, sama persis dengan mekanisme situs web melayani pengunjungnya. Jika pengunjung situs web terlalu banyak, dan kapasitas bandwidth tidak mencukupi maka besar kemungkinan ada client yang lambat menerima respon dari server web. Hal ini juga akan diperparah jika performa komputasi server juga lamban. Pada Distributed System, client2 tidak (selalu) dilayani secara langsung oleh server pusat melainkan dilayani oleh server2 setempat, nah server2 setempat ini yang dalam menjalankan tugasnya dilayani secara langsung dan maksimal oleh server pusat. Khusus untuk UKG Online, tugas2 server pusat yang dibebankan kepada server lokal meliputi:
- Distribusi soal kepada peserta/client,
- Distribusi materi2 gambar dan multimedia,
- Validasi ringan, dan
- Pengelolaan data non-sensitif.
Sebagai contoh, jika kita mengikuti ujian Cisco maka komputer kita harus terhubung ke internet karena dalam ujian kita membutuhkan materi ujian (soal, gambar, audio, dll) yang harus diminta secara langsung ke server pusat Cisco, sehingga jika ada masalah pada koneksi internet maka bisa dipastikan kenyamanan ujian juga akan terganggu. UKG Online mengharuskan server2 lokal telah memiliki materi2 yang dibutuhkan untuk ujian melalui mekanisme distribusi soal yang sudah disertakan dalam paket instalasi software maupun yang akan ditambahkan melalui mekanisme instalasi paket soal ujian. Demikian juga dengan data peserta seperti Nomor Peserta dan NUPTK yang akan digunakan untuk login, harus diperoleh server lokal melalui mekanisme sinkronisasi agar peserta dapat mengikuti ujian di Tempat Uji Kompetensi yang ditunjuk. Lah, jika demikian, lantas online-nya dimana? Online yang dicari2 ada pada mekanisme autentikasi peserta sebelum mengikuti ujian dan ketika akan merekam data hasil ujian ke pusat, itupun tugas yang menuntut “online” tersebut tidak dilakukan oleh komputer peserta melainkan dilakukan oleh server lokal TUK, komputer peserta hanya menerima jawaban dari server pusat yang di”relay” melalui server lokal, sehingga praktis yang dituntut harus memiliki koneksi internet HANYA server lokal, BUKAN komputer peserta ujian!
Sistem UKG Online
Sebagai bahan analisa teknis, kebutuhan bandwidth per-satu peserta ujian rata2 berkisar antara 1 - 2 KiB, ALL IN! Dengan kata lain, mulai dari proses autentikasi hingga merekam data hasil ujian ke server pusat hanya membutuhkan bandwidth sekian. Sekadar perbandingan, jika Anda menggunakan browser Mozilla Firefox, silakan buka http://www.google.com, lalu klik kanan, klik “View page info” dan lihat informasi “Size”. Ukuran halaman depan Google yang akan Anda lihat kira2 20 - 30 KiB, belum termasuk gambar2 yang muncul sehingga jika ditotal kira2 ukuran halaman depan+gambar2 adalah 80 - 100 KiB. Artinya apa? Artinya, bandwidth yang dibutuhkan untuk membuka halaman depan google setara dengan kebutuhan untuk “membiayai” bandwidth 80 - 200 peserta UKG Online mulai dari proses login hingga selesai ujian.
====
Tulisan lengkap dapat diperoleh melalui link https://www.facebook.com/notes/khaidir-mustafa/sedikit-catatan-teknis-ukg-online/10150989987244482 dan tulisan ini juga dipublikasikan melalui http://www.khalidmustafa.info
Sebagai tambahan informasi, silakan membaca:
Pengertian Online pada Uji Kompetensi Guru (UKG) Online 2012
Hari ini, 30 Juli 2012, di seluruh Indonesia dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) Online secara serempak. Terlepas dari simpang siur pro dan kontra, khususnya kekhawatiran mengenai akan dicabutnya tunjangan sertifikasi guru bagi guru-guru yang gagal pada ujian sertifikasi, sampai tuntutan organisasi guru yang menganggap bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak memiliki dasar hukum serta sekedar menghabiskan biaya, maka ada satu hal yang juga menjadi sorotan adalah pengertian online pada UKG Online ini.
Banyak tulisan dan tanggapan yang juga saya lihat berserakan dimana-mana melalui jejaring sosial yang menyebutkan “bagaimana mungkin bisa ujian online kalau internetnya jelek?” Trus ada lagi “wah, kami belum beli modem untuk ikut ujian online di sekolah,” juga ada tulisan “telepon saja masih sulit, untuk apa buat ujian online?”dll dll
Untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran tersebut, berikut ini tulisan dari pengembang aplikasi UKG Online 2012 yang juga adik kandung saya, Khaidir Mustafa.
Silakan dibaca tulisannya
====
Sedikit catatan teknis UKG Online…
Beberapa hari ini disela2 waktu senggang kadang nyempatin diri bwt googling tentang UKG Online. Hasilnya seh ndak jauh2 amat dari prediksi: penuh dengan pro-kontra (dominan kontranya sehhh, biasa :D). Berita yang simpang-siur berasal dari sumber2 yang tidak jelas, rame bgt di google. Mulai dari UKG yang konon katanya kalo ndak lulus tunjangannya bakal diputus, sampe yang rada “lucu” di telinga (mata??) saya dimana ada bbrp daerah yang meminta para guru untuk menyediakan modem sendiri biar bisa “online” ujiannya. Setelah mbaca kesana-kemari, jadi tergerak jg hati (halah :p) ini bwt nyoret2 dikit tentang (teknis) UKG ini. Sebelumnya maap kalo tulisannya amburadul, soalnya ini tulisan saya yang rada panjang yang pertama kalinya sejak jaman kuliahan doeloe :D
Ketika berbicara tentang online, umumnya orang akan mengacu kepada model koneksi langsung antara komputer yang bersangkutan dengan internet. Well, ndak salah2 amad seh, tapi ndak sempit2 gitu juga memaknai kata “online”. UKG Online didesain dengan menggunakan prinsip Distributed Computing / Distributed System, suatu mekanisme yang cukup jarang digunakan dalam sistem ujian. Satu2nya sistem ujian yang saya tahu (ngira2, lebih tepatnya) menggunakan mekanisme yang serupa dengan UKG Online adalah Pearson VUE (jadi keliatan benar miskin wawasannya hehe :D), yah dua seh sebenarnya dgn ujian KKPI yang pernah kami kembangkan tahun 2008 lalu.
Prinsip utama dari Distributed System sebenarnya adalah pendelegasian/pembagian tugas yang jika pada sistem terpusat (Centralized System), seluruh tugas inti dilaksanakan oleh sistem utama, maka pada Distributed System tugas2 tersebut dibebankan kepada sub system yang terdapat dibawah sistem utama dalam hirarki teknis. Analogi keduanya dapat dipahami dengan mudah dengan membayangkan Centralized System sebagai seorang Gatotkaca (cinta tanah air, ndak make Superman bwt analogi ini…) yang bekerja sebagai pemilik sekaligus pelayan warung. Di warung tersebut Gatotkaca harus melayani sendiri semua pembeli yang datang mulai dari mencatat pesanan, nyiapin makanan/minuman, sampe cuci piring harus dy lakukan sendiri. Karena tugasnya banyak, maka si Gatotkaca dituntut untuk memiliki kompetensi yang mutakhir dan mumpuni (halah, bahasa luwww :p), jika tidak maka siap2 saja ada pelanggan yang ngomel krn pesanan sudah dicatat sejak sahur tapi sampe maw buka puasa pesanannya blom datang2 juga karena Gatotkaca sibuk mengerjakan tugas2 lainnya. Nah, berbeda dengan Centralized System, Distributed System dapat dianalogikan seperti halnya seorang pemilik restoran (dah kehabisan stok tokoh yang bisa dimiripkan analoginya -.-”) Pemilik restoran tidak perlu memiliki kemampuan seorang Gatotkaca untuk menjalankan usaha kulinernya. Dia tidak perlu mencatat sendiri pesanan pelanggan, ataupun menyiapkan sendiri pesanan pelanggan karena tugas2 tersebut sudah dibebankan kepada karyawan2 restoran yang ada, sehingga otomatis walaupun pemilik dan karyawan2 restorannya tidak se-sakti Gatotkaca, usaha restoran tetap dapat dijalankan dengan baik.
Pada Centralized System, server pusat bekerja langsung melayani client2 yang terhubung, sama persis dengan mekanisme situs web melayani pengunjungnya. Jika pengunjung situs web terlalu banyak, dan kapasitas bandwidth tidak mencukupi maka besar kemungkinan ada client yang lambat menerima respon dari server web. Hal ini juga akan diperparah jika performa komputasi server juga lamban. Pada Distributed System, client2 tidak (selalu) dilayani secara langsung oleh server pusat melainkan dilayani oleh server2 setempat, nah server2 setempat ini yang dalam menjalankan tugasnya dilayani secara langsung dan maksimal oleh server pusat. Khusus untuk UKG Online, tugas2 server pusat yang dibebankan kepada server lokal meliputi:
- Distribusi soal kepada peserta/client,
- Distribusi materi2 gambar dan multimedia,
- Validasi ringan, dan
- Pengelolaan data non-sensitif.
Sebagai contoh, jika kita mengikuti ujian Cisco maka komputer kita harus terhubung ke internet karena dalam ujian kita membutuhkan materi ujian (soal, gambar, audio, dll) yang harus diminta secara langsung ke server pusat Cisco, sehingga jika ada masalah pada koneksi internet maka bisa dipastikan kenyamanan ujian juga akan terganggu. UKG Online mengharuskan server2 lokal telah memiliki materi2 yang dibutuhkan untuk ujian melalui mekanisme distribusi soal yang sudah disertakan dalam paket instalasi software maupun yang akan ditambahkan melalui mekanisme instalasi paket soal ujian. Demikian juga dengan data peserta seperti Nomor Peserta dan NUPTK yang akan digunakan untuk login, harus diperoleh server lokal melalui mekanisme sinkronisasi agar peserta dapat mengikuti ujian di Tempat Uji Kompetensi yang ditunjuk. Lah, jika demikian, lantas online-nya dimana? Online yang dicari2 ada pada mekanisme autentikasi peserta sebelum mengikuti ujian dan ketika akan merekam data hasil ujian ke pusat, itupun tugas yang menuntut “online” tersebut tidak dilakukan oleh komputer peserta melainkan dilakukan oleh server lokal TUK, komputer peserta hanya menerima jawaban dari server pusat yang di”relay” melalui server lokal, sehingga praktis yang dituntut harus memiliki koneksi internet HANYA server lokal, BUKAN komputer peserta ujian!
Sistem UKG Online
Sebagai bahan analisa teknis, kebutuhan bandwidth per-satu peserta ujian rata2 berkisar antara 1 - 2 KiB, ALL IN! Dengan kata lain, mulai dari proses autentikasi hingga merekam data hasil ujian ke server pusat hanya membutuhkan bandwidth sekian. Sekadar perbandingan, jika Anda menggunakan browser Mozilla Firefox, silakan buka http://www.google.com, lalu klik kanan, klik “View page info” dan lihat informasi “Size”. Ukuran halaman depan Google yang akan Anda lihat kira2 20 - 30 KiB, belum termasuk gambar2 yang muncul sehingga jika ditotal kira2 ukuran halaman depan+gambar2 adalah 80 - 100 KiB. Artinya apa? Artinya, bandwidth yang dibutuhkan untuk membuka halaman depan google setara dengan kebutuhan untuk “membiayai” bandwidth 80 - 200 peserta UKG Online mulai dari proses login hingga selesai ujian.
====
Tulisan lengkap dapat diperoleh melalui link https://www.facebook.com/notes/khaidir-mustafa/sedikit-catatan-teknis-ukg-online/10150989987244482 dan tulisan ini juga dipublikasikan melalui http://www.khalidmustafa.info
Sebagai tambahan informasi, silakan membaca:
Jumat, 01 Juni 2012
pengumuman nilai un mts pkp jis 2011/2012, pengambilan nilai skhun oleh orang tua senin, 4 juni 2012 jam 8 pagi
| pengumuman nilai un mts pkp jis 2011/2012 | |||||
| No Peserta | UN | NS | Nilai Akhir | Rata-rata | Keterangan |
| 5874001 | 25.55 | 29.72 | 27.20 | 6.80 | lulus |
| 5874002 | 32.05 | 30.78 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874003 | 28.7 | 30.29 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874004 | 28.05 | 32.55 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874005 | 29.15 | 29.94 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874006 | 29.45 | 31.87 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874007 | 26.6 | 30.45 | 28.40 | 7.10 | lulus |
| 5874008 | 31.35 | 31.7 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874009 | 28.4 | 31.28 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874010 | 29.25 | 30.72 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874011 | 31.9 | 29.05 | 30.80 | 7.70 | lulus |
| 5874012 | 27.95 | 31.9 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874013 | 32.65 | 30.03 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874014 | 29.6 | 30.1 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874015 | 29.95 | 31.32 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874016 | 30.1 | 30.43 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874017 | 31.2 | 30.5 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874018 | 29.65 | 30.68 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874019 | 30.85 | 30.17 | 30.80 | 7.70 | lulus |
| 5874020 | 30.1 | 30.14 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874021 | 33.05 | 34.27 | 33.60 | 8.40 | lulus |
| 5874022 | 27.95 | 32.68 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874023 | 33.2 | 31.7 | 32.80 | 8.20 | lulus |
| 5874024 | 28.3 | 30.47 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| 5874025 | 30 | 30.49 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874026 | 27.8 | 30.52 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| 5874027 | 29.15 | 31.28 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874028 | 31.65 | 31.22 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874029 | 34.2 | 32.21 | 33.60 | 8.40 | lulus |
| 5874030 | 32.15 | 31.8 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874031 | 33.3 | 30.3 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874032 | 31.85 | 30.7 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874033 | 33.2 | 29.8 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874034 | 33.45 | 29.97 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874035 | 28.3 | 30.63 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| 5874036 | 26.85 | 30.17 | 28.40 | 7.10 | lulus |
| 5874037 | 29.3 | 30.07 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874038 | 30.4 | 30.19 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874039 | 30.55 | 30.21 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874040 | 33.6 | 34.25 | 34.00 | 8.50 | lulus |
| 5874041 | 30.25 | 32.02 | 30.80 | 7.70 | lulus |
| 5874042 | 32.25 | 30.24 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874043 | 26.8 | 31.32 | 28.80 | 7.20 | lulus |
| 5874044 | 33.35 | 33.41 | 33.60 | 8.40 | lulus |
| 5874045 | 31.75 | 30.25 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874046 | 26 | 30.4 | 28.00 | 7.00 | lulus |
| 5874047 | 29.4 | 30.53 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874048 | 33.95 | 29.69 | 32.40 | 8.10 | lulus |
| 5874049 | 29.35 | 30.43 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874050 | 32.85 | 30.94 | 32.40 | 8.10 | lulus |
| 5874051 | 31.5 | 30.73 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874052 | 30.9 | 31.06 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874053 | 33.6 | 31.89 | 32.80 | 8.20 | lulus |
| 5874054 | 32.65 | 30.74 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874055 | 31.2 | 31.25 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874056 | 26.25 | 29.97 | 28.00 | 7.00 | lulus |
| 5874057 | 28.9 | 30.3 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874058 | 26.5 | 30.56 | 28.40 | 7.10 | lulus |
| 5874059 | 28.75 | 31.15 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874060 | 26.9 | 31.55 | 28.80 | 7.20 | lulus |
| 5874061 | 27.75 | 31.64 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874062 | 21.9 | 30.27 | 25.20 | 6.30 | lulus |
| 5874063 | 23.25 | 29.8 | 26.00 | 6.50 | lulus |
| 5874064 | 27.5 | 31.88 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| 5874065 | 32.25 | 32.36 | 32.40 | 8.10 | lulus |
| 5874066 | 29.65 | 33.06 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874067 | 25.15 | 31.03 | 27.60 | 6.90 | lulus |
| 5874068 | 26.7 | 32.21 | 28.80 | 7.20 | lulus |
| 5874069 | 25.25 | 32.18 | 28.00 | 7.00 | lulus |
| 5874070 | 28.55 | 30.46 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| Jakarta, 2 Juni 2012 | |||||
| Ka MTs PKP JIS | |||||
| nilai tertinggi ujian nasional 34,20 | |||||
| nilai rata-rata mts pkp jis 30, 28 dengan klasifikasi A | |||||
| pengumuman nilai un mts pkp jis 2011/2012, | |||||
| pengambilan nilai skhun oleh orang tua senin, 4 juni 2012 jam 8 pagi | |||||
pengumuman nilai un mts pkp jis 2011/2012, pengambilan nilai skhun oleh orang tua senin, 4 juni 2012 jam 8 pagi
| Pengumuman nilai un mts pkp jis 2011/2012 | |||
| No Peserta | Nilai Akhir | Rata-rata | Keterangan |
| 5874001 | 27.20 | 6.80 | lulus |
| 5874002 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874003 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874004 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874005 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874006 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874007 | 28.40 | 7.10 | lulus |
| 5874008 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874009 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874010 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874011 | 30.80 | 7.70 | lulus |
| 5874012 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874013 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874014 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874015 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874016 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874017 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874018 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874019 | 30.80 | 7.70 | lulus |
| 5874020 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874021 | 33.60 | 8.40 | lulus |
| 5874022 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874023 | 32.80 | 8.20 | lulus |
| 5874024 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| 5874025 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874026 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| 5874027 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874028 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874029 | 33.60 | 8.40 | lulus |
| 5874030 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874031 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874032 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874033 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874034 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874035 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| 5874036 | 28.40 | 7.10 | lulus |
| 5874037 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874038 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874039 | 30.40 | 7.60 | lulus |
| 5874040 | 34.00 | 8.50 | lulus |
| 5874041 | 30.80 | 7.70 | lulus |
| 5874042 | 31.60 | 7.90 | lulus |
| 5874043 | 28.80 | 7.20 | lulus |
| 5874044 | 33.60 | 8.40 | lulus |
| 5874045 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874046 | 28.00 | 7.00 | lulus |
| 5874047 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874048 | 32.40 | 8.10 | lulus |
| 5874049 | 30.00 | 7.50 | lulus |
| 5874050 | 32.40 | 8.10 | lulus |
| 5874051 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874052 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874053 | 32.80 | 8.20 | lulus |
| 5874054 | 32.00 | 8.00 | lulus |
| 5874055 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874056 | 28.00 | 7.00 | lulus |
| 5874057 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874058 | 28.40 | 7.10 | lulus |
| 5874059 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874060 | 28.80 | 7.20 | lulus |
| 5874061 | 29.60 | 7.40 | lulus |
| 5874062 | 25.20 | 6.30 | lulus |
| 5874063 | 26.00 | 6.50 | lulus |
| 5874064 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| 5874065 | 32.40 | 8.10 | lulus |
| 5874066 | 31.20 | 7.80 | lulus |
| 5874067 | 27.60 | 6.90 | lulus |
| 5874068 | 28.80 | 7.20 | lulus |
| 5874069 | 28.00 | 7.00 | lulus |
| 5874070 | 29.20 | 7.30 | lulus |
| Jakarta, 2 Juni 2012 | |||
Ka MTs PKP JIS | |||
Senin, 16 April 2012
10 Kata-kata Bijak Tenangkan Anak Korban Cyberbully
Aksi pengolok-olokan, penghinaan atau pelecehan lewat internet (cyberbullying) tak bisa dipandang sebelah mata. Dampak yang terjadi pada si korban akan menuntun korban pada depresi, turunnya kepercayaan diri hingga bunuh diri.
Tidak semua anak mau terbuka melaporkan kejadian bullying, apakah mereka korban atau yang menyaksikan. Banyak anak berpikir bahwa jika mereka melaporkan aksi bullying kepada orang dewasa maka mereka tidak diperbolehkan memakai komputer atau ponsel lagi.
Jika anak Anda menjadi korban bullying atau cyberbullying, cobalah menerapkan beberapa tips berikut ini untuk membantu anak tetap survive. Andapun bisa mengatakan hal-hal berikut kepadanya..
1. Bukan salahmu. Jangan merasa dirimu bersalah karena sebenarnya kamu tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini.
2. Kamu tidak sendiri. Kamu bukanlah satu-satunya korban cyberbullying. Ternyata, masih banyak anak di luar sana yang mengalami hal serupa.
3. Jangan dipendam sendiri. Berbicaralah padaku, ceritakan apa yang terjadi siapa tahu aku bisa membantu. Mari kita sama-sama memberitahukan kejadian ini kepada pihak sekolah agar mereka menghentikannya. Memendam perasaan sakit tak akan memperbaiki keadaan. Jika tidak mau bicara dengan Anda, suruh anak bicaralah pada teman sekolahmu atau pihak sekolah.
4. Coba bicara dengan sahabat dekatmu. Terkadang, berbagi dengan orang lain bisa meringankan beban yang kita rasakan. Ungkapkan apa yang kamu rasakan pada temanmu dan pastikan ia menemanimu di saat-saat berat.
5. Jangan membalas dendam. Tak ada gunanya membalas dendam seberapa pun frustasi kamu dibuatnya. Perbuatan jahat hanya akan berbuntut pada hal jahat lainnya. Yakinkan saja pada dirimu bahwa kamu seorang yang kuat dan bisa membuat keadaan jadi lebih baik.
6. Ini bukanlah tentang kamu. Sebenarnya, pelaku cyberbullying adalah anak yang jauh dari kata happy dan percaya diri. Mereka mengolok-olok anak lain agar dirinya merasa lebih kuat karena sebetulnya dalam diri mereka tersimpan rasa tidak aman.
7. Kamu tak bisa mengontrol mereka. Jangan ambil pusing dengan berusaha mengontrol apa yang mereka lakukan, katakan atau pikirkan, karena hal itu tidaklah mungkin. Yang bisa kamu lakukan ialah mengontrol dirimu sendiri dengan pilihan sendiri.
8. Jangan ambil hati perkataan menyakitkan mereka. Kata-kata yang mereka ucapkan memang terasa menyebalkan, namun ingat itu hanyalah kata-kata, jangan terpengaruh. Sekali kamu mempercayai omongan sampah mereka, maka kamu sama saja dengan menyakiti dirimu sendiri, jangan teruskan.
9. Aktiflah di kegiatan luar sekolah. Kamu pasti punya ketertarikan di bidang tertentu kan? Jangan ragu-ragu untuk menuruti hasratmu dengan mengikuti kegiatan positif di luar sekolah sehingga bisa meningkatkan kepercayaan diri.
10. Jadilah teman yang jempolan. Bila kamu ingin punya teman yang bisa dipercaya, menghargai dirimu, menyemangati dan setia, maka mulailah dari dirimu sendiri. Jadilah sosok yang kamu harapkan ada di diri seorang teman, maka seseorang di luar sana akan menemukanmu dan memanggilmu kawan.
Sumber: Safetyweb