Kamis, 10 Juli 2008

Pengumuman PSB Gelomabang 2 MTs PKP JISchool

Pengumuman PSB Gelomabang 2 MTs PKP JISc

No

Nama

Hasil

1

Ezhar Eka

Lulus

2

Nuni Safitri

Lulus

3

Esa Rachmawati

Lulus

4

Nurul Fitri

Lulus

5

Indah Ratna

Lulus

6

Arie Irawan

Lulus

7

Andri Arisandy

Lulus

8

Bisma Dwiki

Lulus

9

Alvenia Dwi

Lulus

10

Desak Made

Lulus

11

Aditya

Lulus

12

Shintiya

Lulus

13

Indri Mirawati

Lulus

14

Wildan Naufal

Lulus

15

Fitri Amalia

Lulus

16

Andini Aprilia

Lulus

17

Diana Putri

Lulus

18

Ardita Putriani

Lulus

19

Putri Yunita

Lulus

20

Syarifa Prameswan

Lulus

21

Imamatun Nafiah

Lulus

22

Agung Phambudi

Lulus

23

M Dasyat

Lulus

24

Salman

Lulus

25

Wahyu Novianto

Lulus

26

Eko saputro

Lulus

27

Luthfi F

Lulus

28

Kahfi Tama

Lulus

29

Idris F

Lulus

30

Saras Y

Lulus

31

Tenisa Wilmay

Lulus

32

Siti Nurjanah

Lulus

33

Lita Dwi

Lulus

34

Fajar Try

Lulus

35

Reza Agung

Lulus

36

Agam A

Lulus

37

Deni Agung

Lulus

38

M Rois

Lulus

39

Billy Jodhis

Lulus

40

Irham Z

Lulus

41

Sendy S

Lulus

42

Riski R

Lulus

43

Esdianto D

Lulus

44

Raymond Robert

Lulus

45

M. Fauzi

Lulus

46

Indra Anwar

Lulus

47

Kamil Mazid

Lulus

48

Ramadhani

Lulus

49

Kukuh A

Lulus

Bagi yang lulus diharapkan hadir pada hari sabtu tanggal 12 juli 2008 jam 8 pagi

di mtspkp untuk mempersiapkan diri mengikuti MOS

bagi yang tidak tercantum maka dinyatakan tidak lulus

informasi lebih lanjut hubungi panitia PSB di sekolah

Kamis, 03 Juli 2008

peminat mts pkp jis membludak

tahun 2008-2009 mts pkp jis banyak menerima calon siswa, padahal daya tampungnya terbatas.

jadi kepada para calon siswa mts gelombang 2 harap mempersiapkan diri dengan baik karena yang terbaik akan menjadi siswa mts, dan bagi kurang beruntung kami mohon maaf.

pada gelombang 2 dari 200 orang lebih pendaftar hanya sekitar 65 orang yang diterima, karena pada gelombang 1 sudah diterima 25 orang, sehingga target 3 kelas dengan 90 siswa tercapai.

panitia psb

Rabu, 02 Juli 2008

Mencintai Nia

Bagaikan bunga yang mekar kembali, membuka mata hati untuk mencintai Nia. Walaupun kabut jiwa menghalangi pandangan mataku, aku tetap ingin mencintai Nia. Nia adalah siswi SMEA di sekolah swasta, tak jauh dari tempat sekolahku. Aku pun masih merenung..apa mungkin Nia sudah tau, bahwa aku telah larut dalam kedalam hatinya?..Hatikupun masih terus berfikir dan terus berfikir. “Doorrr…!!Bengong aja lu Jhon…!!?”Ucap Egi memecah lamunan Jhon yang berada di belakang kantin sekolah. “Oh..elu Gi! Gue gak bengong kok, gw lagi bete aja..”. Dalam kesempatan itu, gw curhat sama Egi tentang Nia, karena memang Egi adalah sahabat gue yang pengertian… Ketika gue ingin meneruskan curhat sama Egi, tiba-tiba Doni datang “:Eh elu berdua ga jajan?” sapa Dono. “Makasih Don gue dah jajan, tapi kalo Jhon gw ga gak tau, lagipula ntar pulang cepat” Ucap Egi. “Oh…ya katanya guru-guru akan rapat tentan OSIS !” ucap Doni sambil minum es. Tak lama kemudian bel berbunyi dan pengumuman oleh pak Sawi, bahwa guru-guru akan rapat dan KBM pun di hentikan siswa dipulangkan…

“Setelah tiba dirumah, Jhon langsung beristirahat di kamarnya, karena Jhon ingin pergi kerumah Nia untuk mengenalnya lebih dalam. Tak lama kemudian SMS berbunyi… sms itu dari Nia yang berisi “Jhon ..nanti jam berapa n loe sama siapa?bls” pesan Nia menunggu kepastian. Jhon pun langsung membalas sms dari Nia yang di tulis “ jam 19:15 gw sam Fuzin..” Apa mungkin Nia dah tau kalo mencintainya ? Relung hati Jhon terdalam…

“Siang berganti malam, Jhon masih merenungkan harus ngomong apa sama Nia? Selesai salat Maghrib, maupun Isya jhon selalu berdoa kepada Allah Swt. agar diberi pendirian yang tetap, keberanian dan kebersihan hati. Setelah itu Jhonpun sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Nia. Jhon dan Fuzin pergi menuju rumah Nia yang berada di Cibubur. Di tengah perjalanan Nia menelpon ke Hp Jhon “ Jhon lu ada dimana dan ma siapa ?”

“gw dah di jalan Arundina gw ma Fuzin” jawab Jhon.

Jhon sampai dirumah Nia dan ia sudah menunggu bersama temanya Dewi.

“Hai Nia dah lama nunggunya ya..?” sapa Jhon.

“Nggak juga, o ya silakan masuk Jhon, Fuzin…”Jawab Nia

Jhon pun PDKT ma Nia, sedangkan Fuzin dan Dewi mengobrol tentang Jhon dan Nia sambil menatap mereka berdua

”Nia tadi pulang jam berapa ?” Tanya jhon membuka percakapan.

“Jam 17;30” jawab Nia

“Dah makan apa belom?” Tanya Jhon lagi.

“sudah, kalo jhon sudah belom? Oh ya kamu katanya mau ngomong…ehm..?ga jadi deh ga enak(malu)?” Jawab dan Tanya Nia tersipu malu…

Setelah bercerita-cerita Jhon pun pamit pulang..” Nia gw pulang dulu ya..?”kata Jhon

“Ohya…hati-hati di jalan” kata Nia.. “Woi..Nia, Dewi gw balik dulu ok! Teriak Fuzin.. “Jhon pun bercerita ma Fuzin bahwa Jhon sungguh-sungguh mencintai Nia…

“Terus lu tadi ma Nia ngomong apa?”Tanya Fuzin…”Gw ngomong biasa aja, karena gw masih PDKT ma dia “Jawab Jhon. Sesampai di rumah jam 9 malam jhon langsung tidur..tanpa terasa pagi pun datang kembali…minggupun menyambut Jhon. Lalu Jhon pun bersms-an dengan Nia sampai pulsanya habis. Serta janjian dengan Nia di Mal Cijantung. Di pertemuan itu Jhon langsung mengungkapkan isi hatinya kepada Nia.. dan akhirnya Nia menerima Jhon sebagai sandaran hatinya.

*Oleh : Robi

Mencintai Nia

Bagaikan bunga yang mekar kembali, membuka mata hati untuk mencintai Nia. Walaupun kabut jiwa menghalangi pandangan mataku, aku tetap ingin mencintai Nia. Nia adalah siswi SMEA di sekolah swasta, tak jauh dari tempat sekolahku. Aku pun masih merenung..apa mungkin Nia sudah tau, bahwa aku telah larut dalam kedalam hatinya?..Hatikupun masih terus berfikir dan terus berfikir. “Doorrr…!!Bengong aja lu Jhon…!!?”Ucap Egi memecah lamunan Jhon yang berada di belakang kantin sekolah. “Oh..elu Gi! Gue gak bengong kok, gw lagi bete aja..”. Dalam kesempatan itu, gw curhat sama Egi tentang Nia, karena memang Egi adalah sahabat gue yang pengertian… Ketika gue ingin meneruskan curhat sama Egi, tiba-tiba Doni datang “:Eh elu berdua ga jajan?” sapa Dono. “Makasih Don gue dah jajan, tapi kalo Jhon gw ga gak tau, lagipula ntar pulang cepat” Ucap Egi. “Oh…ya katanya guru-guru akan rapat tentan OSIS !” ucap Doni sambil minum es. Tak lama kemudian bel berbunyi dan pengumuman oleh pak Sawi, bahwa guru-guru akan rapat dan KBM pun di hentikan siswa dipulangkan…

“Setelah tiba dirumah, Jhon langsung beristirahat di kamarnya, karena Jhon ingin pergi kerumah Nia untuk mengenalnya lebih dalam. Tak lama kemudian SMS berbunyi… sms itu dari Nia yang berisi “Jhon ..nanti jam berapa n loe sama siapa?bls” pesan Nia menunggu kepastian. Jhon pun langsung membalas sms dari Nia yang di tulis “ jam 19:15 gw sam Fuzin..” Apa mungkin Nia dah tau kalo mencintainya ? Relung hati Jhon terdalam…

“Siang berganti malam, Jhon masih merenungkan harus ngomong apa sama Nia? Selesai salat Maghrib, maupun Isya jhon selalu berdoa kepada Allah Swt. agar diberi pendirian yang tetap, keberanian dan kebersihan hati. Setelah itu Jhonpun sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Nia. Jhon dan Fuzin pergi menuju rumah Nia yang berada di Cibubur. Di tengah perjalanan Nia menelpon ke Hp Jhon “ Jhon lu ada dimana dan ma siapa ?”

“gw dah di jalan Arundina gw ma Fuzin” jawab Jhon.

Jhon sampai dirumah Nia dan ia sudah menunggu bersama temanya Dewi.

“Hai Nia dah lama nunggunya ya..?” sapa Jhon.

“Nggak juga, o ya silakan masuk Jhon, Fuzin…”Jawab Nia

Jhon pun PDKT ma Nia, sedangkan Fuzin dan Dewi mengobrol tentang Jhon dan Nia sambil menatap mereka berdua

”Nia tadi pulang jam berapa ?” Tanya jhon membuka percakapan.

“Jam 17;30” jawab Nia

“Dah makan apa belom?” Tanya Jhon lagi.

“sudah, kalo jhon sudah belom? Oh ya kamu katanya mau ngomong…ehm..?ga jadi deh ga enak(malu)?” Jawab dan Tanya Nia tersipu malu…

Setelah bercerita-cerita Jhon pun pamit pulang..” Nia gw pulang dulu ya..?”kata Jhon

“Ohya…hati-hati di jalan” kata Nia.. “Woi..Nia, Dewi gw balik dulu ok! Teriak Fuzin.. “Jhon pun bercerita ma Fuzin bahwa Jhon sungguh-sungguh mencintai Nia…

“Terus lu tadi ma Nia ngomong apa?”Tanya Fuzin…”Gw ngomong biasa aja, karena gw masih PDKT ma dia “Jawab Jhon. Sesampai di rumah jam 9 malam jhon langsung tidur..tanpa terasa pagi pun datang kembali…minggupun menyambut Jhon. Lalu Jhon pun bersms-an dengan Nia sampai pulsanya habis. Serta janjian dengan Nia di Mal Cijantung. Di pertemuan itu Jhon langsung mengungkapkan isi hatinya kepada Nia.. dan akhirnya Nia menerima Jhon sebagai sandaran hatinya.

*Oleh : Robi

Bencana ….Salah Siapa ?

Oleh Dhevi Efiana*

“Bencana datang lagi, setelah gempa bumi, kini giliran banjir bandang dan tanah longsor. Di Jember, 103 orang tewas terseret arus. Ratusan rumah berantakan, tergenang dan dipenuhi lumpur. Sementara di Banjarnegara, Jawa Tengah, puluhan orang ditelan tanah. 34 orang ditemukan tewas, 142 lainnya dinyatakan hilang…”Fadly mengeraskan bacaan korannya. “Belum lagi bencana yang belum lama datang tsunami di Pangandaran yang menewaskan banyak orang. Hampir semua pantai selatan Jawa dan sekitarnya terkena musibah tsunami.“ Fadly selesai membaca korannya. Tiba-tiba ia merinding, “Hey, Ri”? ujarnya berlih ke Uri yang lagi asyik ber sms-an ria. “Jangan-jangan Allah SWT udah pergi dari negeri ini, ya?”Pergi! “Pergi kemana?? Emangnya Allah SWT itu Arjuna yang suka berkelana mencari cinta ?” “ Yah! Mungkin saja soalnya belakangan ini kan banyak Banget bencana, korbannya juga banyak. Atau jangan-jangan negeri ini sudah kelewat parah dosanya, terus Allah Swt jadi murka gitu…”Jawab Fadly.

“Mungkin” sahut Uri singkat, “atau ini semua cuma cobaan biar kita inget lagi.” “Bisa “ jawab Uri lagi.

“Hmmm…bencana-bencana ini yang susul menyusul, jangan-jangan hanya gejala kalau kiamat bener –bener udah deket?”

“Bisa juga begitu”. “Ugh..loe kalo diajak ngomong jawabanya singkat Banget ! ini soal serius, man soal bencana, soal eksistensi bumi dan semua penghuninya!” Uri menekan tombol send huruf, kata, serta kalimat berubah bentuk menjadi digit-digit angka. Dan sms itu langsung melesat entah kemana. “Jangan sok serius deh Dly” sahut Uri sambil memasukkan Hp-nya kedalam saku. “Segala bencana dan eksistensi bumi diurusin, emangnya loe mau nyaingin Allah swt? lah orang loe aja sering lupa gosok gigi, kok mau ngurusin bumi ?”

“Yee…bukan begitu, tapi ini soal bencana. Jangan-jangan kiamat emang bener-bener udah dekat…”

“Terus kalo kiamat emang udah dekt, loe mau apa? Dan bisa apa? Soal kiamat itu urusan langit” jawab Uri seenaknya.

Fadly Cuma cemberut, kalo lagi begitu wajahnya jadi mirip Tom Cruise tapi waktu Tom Cruise kebelet menahan pipis. “Eh Uri…kalo Allah swt saying umatnya kenapa, Dia menurunkan bencana?” ujar Fadly spontan. Uri mendelik “Iya…kenapa Allah swt menurunkan, kenapa orang-orang harus mati? Kenapa rumah-rumah hancur? Kenapa juga anak-anak yang masih sedikit dosanya harus jadi yatim piatu? Padahal, bukankah Allah Maha Penyayang?”todong Fadly

“iya ini emang bener-bener ga adil. Coba pikir deh, setiap ada bencana kita pasti menuduh ada peran Tuhan disana. Orang selalu mengaitkan Tuhan dengan dahsyatnya bencana dengann banyaknya orang-orang yang menjadi korban. Nama Tuhan seolah ngga pernah absen dalam setiap bencana. Sementara kalo ngebahas soal kemajuan teknologi, juga pemBangunan kita sama sekali ngga pernah menyebut, apalagi mengaitkannya dengan Tuhan. Seolah Tuhan hanya ada dibalik bencana, seolah Tuhan kita posisikan sebagai monster penghancur…”Fadly cuma melongo mendengarnya. Rasa takjub, takut, juga ngeri campur aduk di dadanya. Tapi ucapan Tuhan sebagai monster penghancur bener-bener bikin dia merinding. Keduanya lalu diam. “Ya..Tuhan, jangan jadikan rasa kehilangan orang-orang yang kami cintai membuat kami berburuk sangka kepada Mu…”Doa Fadly nyaris terisak. Lalu sebuah iklan muncul dilayar TV. Bencana, seperti juga peringatan tujuh belasan Agustus, sudah jadi tradisi, Tanya kenapa…? Kita cuma diam

CINTAKU BERAWAL DARI MATANYA

Cintaku berawal dari matanya ketika aku masih kuliah, aku mencintai seorang gadis tapi ia menolakku. Namun aku tidak putus asa, aku tetap mengejarnya hingga banyak mahasiswa heboh membicarakanku. Ada yang bersimpati, heran, kagum, menganggapku tolol bahkan ada yang mengasihaniku.

Seorang teman menasehati agar aku melupakannya dan menerima kenyataan kalau ia tidak mencintaiku. Temanku yang lain menyayangkan mengapa aku mencintainya. Dengan keras ia katakan, “ Cewek kaya gitu aja loe suka ? Sombong… ketus…norak, loe terlalu baik buat dia.” Komentar mereka kutanggapi dengan senang hati. Ini berarti mereka perduli dan tak ingin aku kecewa sebab gadis itu pernah menghinaku dengan kata-katanya yang kasar, “ Ngaca dong !...loe tuh bukan level gue…!” Teman-temanku heran mengapa aku tidak marah. Itulah cinta, aku tidak marah karena aku yakin kata-kata itu bukan dari hatinya yang terdalam. Aku bisa melihat dari matanya. Dari matanya aku tahu ia mencintaiku tetapi ia terlalu angkuh untuk mengakuinya. Aku tahu karena aku selalu menatap matanya. Ya.. tidak seorang pun tahu kalau aku menyukai matanya yang indah dan bening. Cintaku berawal dari matanya, suatu hari aku mengirim puisi untuknya.

DI MATAMU

Di matamu….kulihat

Pancaran teduh disana

Di matamu…..ada kesan

Yang tak mampu kubaca

Dan di matamu….kulihat

Sesuatu yang lain,

Kutemukan cinta sejernih matamu…

Namun……mengapa

Tak ada sepatah kata pun

Dari bibirmu…?

Mengapa tidak kau

Genggam mentarimu…?

Akulah mentarimu….

Akulah kasih sayangmu…

Akan ku berikan

Kebahagiaan dan ketulusan

Untukmu,…

Akan kukatakan

Kulihat cinta di matamu…

Tidakkah kau percaya….?

Dari kejauhan aku melihat ia membaca puisiku. Ia tersenyum, ia lipat lalu ia simpan didompetnya. Namun kepada temannya ia katakan puisi itu ia robek dan ia membuangnya, herannya aku tidak bisa membencinya.

Dua tahun berlalu…aku mulai bosan. Aku merasa apa yang kulakukan sia-sia akhirnya kukirimkan rangkaian kata-kata untuknya. “ Kadang kurenungi pertemuan kita. Kala itu ku tak ragu karean matamu memberi kepastian, kubiarkan aku tenggelam dalam lautmu, kubiarkan kapalku brmuara dalam hatimu lewat matamu….hari-hari berlalu tapi tak kutemukan jawaban. Seharusnya aku sadar, semestinya aku tahu diri, siapa aku…?

Maaf…selama ini aku bertahan karena kupikir kau mencintaiku, itu pun kutahu dari matamu, lalu kucari kebenaran lewat sikapmu tapi diriku terperangkap dalam kebimbangan. Saat ini kusadar, aku terobsesi olehmu. Kucoba meronta agar tak bermuara lagi dalam hatimu yang dingin dan senyap…kulepas dirimu sayang…”

Beberapa hari kemudian, sepucuk surat diantar pak pos kerumahku, surat tanpa nama pengirim. Kubuka dan kubaca,

“ Maafkan aku karena selalu menghina dan mengabaikanmu….kamu adalah laki-laki terbaik untukku… kutunggu kamu dirumah kapanpun kamu punya waktu. I LOVE YOU….”

SEANDAINYA DIA TAHU ISI HATIKU

H

ari masih pagi, suasana kelas begitu hening. Pintu kelas dibuka”aduh…pada kemana sich ?” Terdengar suara anak perempuan berumur 15 tahun dengan rambut panjangnya yang terurai.

“Nih kelas kotor banget sich, ga ada yang dating lebih pagi lagi apa ? “Ria bergeming kesal. Tiba-tiba dating anak sekelasnya. “Pagi Ria…tumben datangnya pagian, biasanya jam 7 baru nyampe sekolah “ tukas Dhevi. Dengan nada yang agak kesal Ria menjawab terserah gue mau dating jam 6 kek, jam 7 kek apa urusan lu ?” jawabnya kesal. Dhevi membalas “gw kan tanya baik-baik kenapa lu jawabnya sewot” tambahnya. Akhirnya Ria pergi meninggalkan kelas dan pergi menuju kantin. Dhevi dan yang lain sibuk membicarakan Ria yang kebetulan lagi aneh sikapnya.” Biasanya juga ga gitu, tapi kenapa hari ini dia sewot banget yach?” Dewi memulai pembicaraannya. “ Iya nich kenapa sich ria ?” Tanya Rahma heran. Mereka sibuk memikirkan sikap Ria yang aneh. Bel masuk berbunyi, semua siswa-siswi SMK PKP masuk kelas. Seperti biasa, sebelum pelajaran dimulai semua siswa diwajibkan membaca Al-Qur’an terlebih dahulu secara bersama-sama. Setelah selesai, Leni memanggil guru untuk memberikan pelajaran.Ternyata gurunya nggak masuk karena ada urusan keluarga. Denga perasaan senang, Leni berlari menuju kelasnya dan mengumumkan bahwa pada hari itu guru Matematika tidak masuk. Anak-anak meras senang karena hari itu mereka ada PR Matematika yang belum dikerjakan. Leni mengabsen teman-teman sekelasnya dan ada satu anak yang tidak masuk pada hari itu, yaitu Tiara teman sebangkunya Ria. Dhevi, Dewi, dan Rahma menghampiri bangku Ria. “ Ria, lo kenapa sich dari tadi gua perhatiin kaya’nya lu sewot banget ?” Tanya Rahma heran. “ Sorry yach Dhev tadi gw dah ngomong kasar sama lo, gw pusing banget nich! Gw lagi banyak masalah ma Uri” jawab Ria dengan nada yang memelas.” Kenapa ma Uri, lu ribut ma dia ? masalahnya apa?” sambung Dhevi. “Kemarin gw lihat Uri jalan bareng ma Mega di Plaza Depok, padahal sebelumnya gw telpon dia, gw mau ngajak dia nonton bioskop. Lu tau kan kalo gw suka banget Spiderman? Nah kebetulan di Plaza Depok ada bioskopnya “ ucap Ria. “terus , gimana ceritanya? Lanjutin dong” Tanya Rahma dengan wajah serius .Uri bilang “katanya dia lagi banyak tugas, jadi dia ga bisa nemenin gw, ya udah akhirnya gw minta temenin Dwi, pas gw beli tiket nonton, Dwi bilang ke gw! Ria itu kan Uri kok dia jalan bareng ma Mega ? bukannya tadi dia bilang lagi banyak tugas kok dia malah kesini ?”

“Ya udahlah Wi biarin aja “. Akhirnya gw ma Dwi masuk ke studio”. Dengan wajah murung Ria memutuskan ceritanya. Dhevi, Dwi, Rahma ga nyangka kalau Uri bisa setega itu sama Ria. Padahal sebelumnya Uri pernah berjanji bahwa dia ngga akan ngecewain Ria , tapi kenyataanya tidak. Mata Ria mulai merah dan lama-kelamaan menitikkan air mata dan membasahi pipinya. Rahma mengusap pipi Ria dengan tissue.

“Udah jangan ditangisin, belum tentu dia mikirin lo,ya ngga friend”. Canda Rahma “Masih banyak cowok didunia ini yang setia melebihi Uri”tukas Dhevi.

Akhirnya Ria bisa menahan air matanya dan lama-kelamaan kering. Handphone Ria berdering tanda ada telepon masuk, ternyata yang menelepon adalah Uri.

“Mau apa lagoi lo nelpon gw? Kurang puas lo bikin hati gw hancur”. Ria, dengerin dulu dong ! Aku mau jelasin ke kamu” ucap Uri.

“ Jadi, kamu kemarin liat akku jalan bareng sama Mega ?”Tanya Uri dengan nada panik.

“ Iya aku ngeliat semua dengan jelas, kamu bilang lagi banyak tugas, tapi kenapa kenapa malah kamu jalan sama Mega ?”Tanya Ria sama Uri.

“ A..aaku cuma…Cuma “jawab Uri mulai panik.”Cuma apa? Hah..jawab, kamu ga bisa jawab kan ?” Ria mulai kesal.

“ Lebih baik kita putus aja, dari pada kamu bohongi aku terus ! aku cape denger semua alas an kamu “ Jawab Ria dengan nada marah. Ria mematikan handphonenya.

“ Gue tahu sebenarnya lo sayang banget sama Uri, aklo dia emang jodoh lo ga bakalan kemana dech, “Rahma memberi nasehat.

“ Seandainya dia tahu isi hati gue yang sebenarnya, apa mungkin dia bakalan kaya gitu? Tanya Ria kepada ke 3 temannya.

“ Mungkin aja “ singkat Dewi . Akhirnya mereka bertiga menasehati Ria agar tidak terlalu memikirkan Uri. Dan Ria bisa tertawa seperti sebelumnya